Tadi pagi…
Kau ucap satu kata perpisahan
dan aku membiarkannya
Bukan ku tak cinta (lagi)
Tadi pagi…
Ku dengar dari kesunyian
Tak seutas hadir penjelasan
Rupanya engkau emosi
Tadi pagi…
Satu kali saja semenjak ada
Kubiarkan maumu bertahta
hingga kau berbisik itu ilusi
Sungguh membingungkanku
Rabu, 24 Maret 2010
Sunyi dan Luka
Sunyi…!!!
Tirainya hanyalah hijab,
dinding yang diselimuti dingin dan gelap
Durinya, kemarung sepi
Musiknya, alunan nada-nada sedih
Sayapnya, awan hitam bercampur mendung tebal
Rasanya, luka bathin yang semakin dalam
Luka…!!!
Taringnya berubah duri tajam yang siap menusuki jantung
Buahnya bathin yang tercabik,
Sanubari yang di iris kecil-kecil,
Menganga tanpa nanah dan darah,
Derita samar tak berwarna,
Lalu, jatuh tersungkur di belahan hati sendiri
Di sekitar belukar taman sunyi, terhempas.
Jeritannya, kristal bening yang terus mengalir
Setetes,
Setetes,
Terus terisak,
Hening tanpa suara
Akkhhhhhh..................!!!!!!
Tirainya hanyalah hijab,
dinding yang diselimuti dingin dan gelap
Durinya, kemarung sepi
Musiknya, alunan nada-nada sedih
Sayapnya, awan hitam bercampur mendung tebal
Rasanya, luka bathin yang semakin dalam
Luka…!!!
Taringnya berubah duri tajam yang siap menusuki jantung
Buahnya bathin yang tercabik,
Sanubari yang di iris kecil-kecil,
Menganga tanpa nanah dan darah,
Derita samar tak berwarna,
Lalu, jatuh tersungkur di belahan hati sendiri
Di sekitar belukar taman sunyi, terhempas.
Jeritannya, kristal bening yang terus mengalir
Setetes,
Setetes,
Terus terisak,
Hening tanpa suara
Akkhhhhhh..................!!!!!!
Karena Kau! Musim Tak Pernah Bersemi
Bila tiba musim semi, langit mekar bertabur bintang
Bumi dan gunung rentangkan kesejukan
Pancarkan gelora rasa
Bunga-bunga indah pun semakin segar
Baluti hati yang penuh luka perih
AuraMu itu sangatlah jelas
Biaskan cahaya penuh makna, anggun dan semua sirna
Kata-kata sempit ini semakin terbata
Kelu, terlena pesona nuansa
Tapi, kau...!!! Saat itu berlalu tanpa kata
Dan di sini, dibalik jeruji jiwa gelap ini, musim semi tak pernah ada
Yang tinggal hanyalah kemarau panjang
Resah dan gelisah pun terus meradang
Gerogoti nurani, lukai hati
Hingga tubuh kering kerontang. Lunglai, tak mampu berdiri
Kau !!!! Terus berlalu..
Tinggalkan sunyi,
Sepi
Dingin
Menganga
Tercabik
Tak pernah bersemi
Bumi dan gunung rentangkan kesejukan
Pancarkan gelora rasa
Bunga-bunga indah pun semakin segar
Baluti hati yang penuh luka perih
AuraMu itu sangatlah jelas
Biaskan cahaya penuh makna, anggun dan semua sirna
Kata-kata sempit ini semakin terbata
Kelu, terlena pesona nuansa
Tapi, kau...!!! Saat itu berlalu tanpa kata
Dan di sini, dibalik jeruji jiwa gelap ini, musim semi tak pernah ada
Yang tinggal hanyalah kemarau panjang
Resah dan gelisah pun terus meradang
Gerogoti nurani, lukai hati
Hingga tubuh kering kerontang. Lunglai, tak mampu berdiri
Kau !!!! Terus berlalu..
Tinggalkan sunyi,
Sepi
Dingin
Menganga
Tercabik
Tak pernah bersemi
RINDU DI MALAM HARI.
KASIH KINI KAU TAK HADIR DI PELU KAN KU
KASIH KINI KAU TAK HADIR DI PANDANGAN KU
KASIH MENGAPA LESUNG PIPIT MU
TAK MENYERTAI PERASAAN JIWA KU
KINI KU RINDU STENGAH MATI
MENUNGGU MU DI MALAM HARI.
BETAPA INGINYA KU MEMELUK MU
TAPI KINI KAU TAK HADIR
TAPI AKU TAU APA YG TLAH KAMU JALANI SKARANG
KU HARAP KAN KEPULANGAN MU
SAMPAI BILAKAH AKU HARUS MUNUNGGU....
KASIH KINI KAU TAK HADIR DI PANDANGAN KU
KASIH MENGAPA LESUNG PIPIT MU
TAK MENYERTAI PERASAAN JIWA KU
KINI KU RINDU STENGAH MATI
MENUNGGU MU DI MALAM HARI.
BETAPA INGINYA KU MEMELUK MU
TAPI KINI KAU TAK HADIR
TAPI AKU TAU APA YG TLAH KAMU JALANI SKARANG
KU HARAP KAN KEPULANGAN MU
SAMPAI BILAKAH AKU HARUS MUNUNGGU....
Derai Hidup
Hidup…?
Apakah hidup ini sulit ..?
Terpaan seiring dengan dentang-dentang waktu
Tak akan kau berjalan bila tak ada sepatu…
Bekal itu akan berguna…
Menjadi perisai dalam laga
Ujung tombak yang harus kau asa
Singkirkan pula raksasa dunia…!!
Selalu dan terus maju…
Bukan kau ! tapi waktu itu !!!
Isak tangismu tak menghentikannya…
Dan tinta-tinta kisahmu terus berderai…
Diatas lembaran-lembaran hari..
Itu pasti…
Ketika tinta telah habis.
Dan kertas telah musnah.
Apakah hidup ini sulit ..?
Terpaan seiring dengan dentang-dentang waktu
Tak akan kau berjalan bila tak ada sepatu…
Bekal itu akan berguna…
Menjadi perisai dalam laga
Ujung tombak yang harus kau asa
Singkirkan pula raksasa dunia…!!
Selalu dan terus maju…
Bukan kau ! tapi waktu itu !!!
Isak tangismu tak menghentikannya…
Dan tinta-tinta kisahmu terus berderai…
Diatas lembaran-lembaran hari..
Itu pasti…
Ketika tinta telah habis.
Dan kertas telah musnah.
Rahasia Ilahi
Kau…!!
Bukanlah sebuah kamus besar
Yang dapat menilik semua arti
Insan dan hakiki…
Selintas… tampak biasa
Bila dawai itu selalu dipetik
Bila kuali itu terus diisi
Dalam benteng kesederhanaan…
Ia yang melihat mendengar dan mengerti,
Ia yang mengukur menempa dan membalas..
Meski dengung tetap begini,,
Namun .. Alunan ilahi tak ada yang mengerti…
Bukanlah sebuah kamus besar
Yang dapat menilik semua arti
Insan dan hakiki…
Selintas… tampak biasa
Bila dawai itu selalu dipetik
Bila kuali itu terus diisi
Dalam benteng kesederhanaan…
Ia yang melihat mendengar dan mengerti,
Ia yang mengukur menempa dan membalas..
Meski dengung tetap begini,,
Namun .. Alunan ilahi tak ada yang mengerti…
Kepalsuan
Kau tahu, aku buta
Kenapa kau suruh aku melihat
Tak satu pun tersirat
Hanya melarat
Keparat!
Kau tahu, aku cacat
Kenapa kau suruh aku menari
Di atas lembaran suci
Padahal aku tak gemulai
Beradu gaya bersama tinta ini
Kau cercal aku
Dalam permainan diksi
Padahal aku tak mengerti
Apalagi berambisi
Siapa kau ini
Apa kau gerangan yang terselimuti
Dalam rimbunan suara busuk
Yang kau tutupi
Apa kau srigala
Yang membabi buta
Kau ujar susah
Ya, sudahlah
Aku [...]
Kenapa kau suruh aku melihat
Tak satu pun tersirat
Hanya melarat
Keparat!
Kau tahu, aku cacat
Kenapa kau suruh aku menari
Di atas lembaran suci
Padahal aku tak gemulai
Beradu gaya bersama tinta ini
Kau cercal aku
Dalam permainan diksi
Padahal aku tak mengerti
Apalagi berambisi
Siapa kau ini
Apa kau gerangan yang terselimuti
Dalam rimbunan suara busuk
Yang kau tutupi
Apa kau srigala
Yang membabi buta
Kau ujar susah
Ya, sudahlah
Aku [...]
Langganan:
Postingan (Atom)










