KASIH KINI KAU TAK HADIR DI PELU KAN KU
KASIH KINI KAU TAK HADIR DI PANDANGAN KU
KASIH MENGAPA LESUNG PIPIT MU
TAK MENYERTAI PERASAAN JIWA KU
KINI KU RINDU STENGAH MATI
MENUNGGU MU DI MALAM HARI.
BETAPA INGINYA KU MEMELUK MU
TAPI KINI KAU TAK HADIR
TAPI AKU TAU APA YG TLAH KAMU JALANI SKARANG
KU HARAP KAN KEPULANGAN MU
SAMPAI BILAKAH AKU HARUS MUNUNGGU....
Rabu, 24 Maret 2010
Derai Hidup
Hidup…?
Apakah hidup ini sulit ..?
Terpaan seiring dengan dentang-dentang waktu
Tak akan kau berjalan bila tak ada sepatu…
Bekal itu akan berguna…
Menjadi perisai dalam laga
Ujung tombak yang harus kau asa
Singkirkan pula raksasa dunia…!!
Selalu dan terus maju…
Bukan kau ! tapi waktu itu !!!
Isak tangismu tak menghentikannya…
Dan tinta-tinta kisahmu terus berderai…
Diatas lembaran-lembaran hari..
Itu pasti…
Ketika tinta telah habis.
Dan kertas telah musnah.
Apakah hidup ini sulit ..?
Terpaan seiring dengan dentang-dentang waktu
Tak akan kau berjalan bila tak ada sepatu…
Bekal itu akan berguna…
Menjadi perisai dalam laga
Ujung tombak yang harus kau asa
Singkirkan pula raksasa dunia…!!
Selalu dan terus maju…
Bukan kau ! tapi waktu itu !!!
Isak tangismu tak menghentikannya…
Dan tinta-tinta kisahmu terus berderai…
Diatas lembaran-lembaran hari..
Itu pasti…
Ketika tinta telah habis.
Dan kertas telah musnah.
Rahasia Ilahi
Kau…!!
Bukanlah sebuah kamus besar
Yang dapat menilik semua arti
Insan dan hakiki…
Selintas… tampak biasa
Bila dawai itu selalu dipetik
Bila kuali itu terus diisi
Dalam benteng kesederhanaan…
Ia yang melihat mendengar dan mengerti,
Ia yang mengukur menempa dan membalas..
Meski dengung tetap begini,,
Namun .. Alunan ilahi tak ada yang mengerti…
Bukanlah sebuah kamus besar
Yang dapat menilik semua arti
Insan dan hakiki…
Selintas… tampak biasa
Bila dawai itu selalu dipetik
Bila kuali itu terus diisi
Dalam benteng kesederhanaan…
Ia yang melihat mendengar dan mengerti,
Ia yang mengukur menempa dan membalas..
Meski dengung tetap begini,,
Namun .. Alunan ilahi tak ada yang mengerti…
Kepalsuan
Kau tahu, aku buta
Kenapa kau suruh aku melihat
Tak satu pun tersirat
Hanya melarat
Keparat!
Kau tahu, aku cacat
Kenapa kau suruh aku menari
Di atas lembaran suci
Padahal aku tak gemulai
Beradu gaya bersama tinta ini
Kau cercal aku
Dalam permainan diksi
Padahal aku tak mengerti
Apalagi berambisi
Siapa kau ini
Apa kau gerangan yang terselimuti
Dalam rimbunan suara busuk
Yang kau tutupi
Apa kau srigala
Yang membabi buta
Kau ujar susah
Ya, sudahlah
Aku [...]
Kenapa kau suruh aku melihat
Tak satu pun tersirat
Hanya melarat
Keparat!
Kau tahu, aku cacat
Kenapa kau suruh aku menari
Di atas lembaran suci
Padahal aku tak gemulai
Beradu gaya bersama tinta ini
Kau cercal aku
Dalam permainan diksi
Padahal aku tak mengerti
Apalagi berambisi
Siapa kau ini
Apa kau gerangan yang terselimuti
Dalam rimbunan suara busuk
Yang kau tutupi
Apa kau srigala
Yang membabi buta
Kau ujar susah
Ya, sudahlah
Aku [...]
Minggu, 24 Januari 2010
SepAruh JiwaKu PergI
Kamis, 14 Januari 2010
SETIA
Baru kusadari
kini kau kekasih terbaik untukku
teman berbagi cerita
teman disetiap hariku
kau ajari diri ini
menjadi dewasa
tenangkan emosi diri
diri ini menjadi
sosok yang bijaksana
kekasihku dimanakah dirimu sekarang berada
sdalam luka yang kau tanam di hati
sdalam itu pula rasa sayang ini
slama luka bertahan
slama itu rasa sayangku mampu bertahan
sbesar rasa benci ku
sbesar itu pula rasa sayang ku
luka yang tiada kan berakhir
kn ada seiring dengan rasa sayang ini
luka yang kan ku bawa mati
begitu pula rasa sayang ini
kan ada hingga akhir hayat ku....
kasih....
kau katakan cinta itu indah
tapi mengapa ku menderita
saat aku mencintaimu
kasih...
kau katakan cinta membawa damai
tapi mengapa dendam yang kurasakan
saat cintamu melukaiku
kasih...
jangan katakan cinta tak harus saling memiliki
karena kau tak pernah mau melepaskanku
bebas mengepakkan sayapku
kasih...
kau katakan cinta mendatangkan bahagia
tapi mengapa kau sertakan dusta bersama cintamu
saat kau katakan akan slalu setia..
kasih....
sudahlah....
jangan berkata apapun
karena kurasa...
kau tak mengerti apapun tentang rasa cinta quw padamu
senyuman terukir menyinari
raut wajahmu....
terpancar keceriaan
dalam senyuman...
menerangi sudut hati
yang beralun menanti
hari yang ditunggu...
bening matamu menyinari
dedaunan rimbun....
yang mengalir lembut dalam
cinta dan kasih.....
yang akan menemanimu
menuju harapan dan cita-cita...
Siang kapankah engkau datang...?
Kusudah merindukan sinarmu...
Pagi yang cerah tak kunjung datang..
Bahkan semakin jauh dari inginku...
Aku kau anggap tak ada lagi..
Padahal kuslalu mengharapkan engkau..
Mungkin memang salahku..
Semua ini harus terjadi..
Karena aku manusia yang hina..
Kesempurnaan jauh dari benakku..
Aku tak punya apa-apa..
Hanya sebutir cinta yang suci...
Yang ingin kuberikan padamu..
Sayangnya...
Semua telah terlambat..
Panenan layu sebelum dituai...
Kutelah layu dalam keputusasaan..
Aku menangis...dalam kegundahan..
AKu tak sanggup lagi...
Aku tak sanggup lagi..
Aku gelap kembali...gelap dan gelap...
kini kau kekasih terbaik untukku
teman berbagi cerita
teman disetiap hariku
kau ajari diri ini
menjadi dewasa
tenangkan emosi diri
diri ini menjadi
sosok yang bijaksana
kekasihku dimanakah dirimu sekarang berada
sdalam luka yang kau tanam di hati
sdalam itu pula rasa sayang ini
slama luka bertahan
slama itu rasa sayangku mampu bertahan
sbesar rasa benci ku
sbesar itu pula rasa sayang ku
luka yang tiada kan berakhir
kn ada seiring dengan rasa sayang ini
luka yang kan ku bawa mati
begitu pula rasa sayang ini
kan ada hingga akhir hayat ku....
kasih....
kau katakan cinta itu indah
tapi mengapa ku menderita
saat aku mencintaimu
kasih...
kau katakan cinta membawa damai
tapi mengapa dendam yang kurasakan
saat cintamu melukaiku
kasih...
jangan katakan cinta tak harus saling memiliki
karena kau tak pernah mau melepaskanku
bebas mengepakkan sayapku
kasih...
kau katakan cinta mendatangkan bahagia
tapi mengapa kau sertakan dusta bersama cintamu
saat kau katakan akan slalu setia..
kasih....
sudahlah....
jangan berkata apapun
karena kurasa...
kau tak mengerti apapun tentang rasa cinta quw padamu
senyuman terukir menyinari
raut wajahmu....
terpancar keceriaan
dalam senyuman...
menerangi sudut hati
yang beralun menanti
hari yang ditunggu...
bening matamu menyinari
dedaunan rimbun....
yang mengalir lembut dalam
cinta dan kasih.....
yang akan menemanimu
menuju harapan dan cita-cita...
Siang kapankah engkau datang...?
Kusudah merindukan sinarmu...
Pagi yang cerah tak kunjung datang..
Bahkan semakin jauh dari inginku...
Aku kau anggap tak ada lagi..
Padahal kuslalu mengharapkan engkau..
Mungkin memang salahku..
Semua ini harus terjadi..
Karena aku manusia yang hina..
Kesempurnaan jauh dari benakku..
Aku tak punya apa-apa..
Hanya sebutir cinta yang suci...
Yang ingin kuberikan padamu..
Sayangnya...
Semua telah terlambat..
Panenan layu sebelum dituai...
Kutelah layu dalam keputusasaan..
Aku menangis...dalam kegundahan..
AKu tak sanggup lagi...
Aku tak sanggup lagi..
Aku gelap kembali...gelap dan gelap...
~~~~ KeTulusan Cinta ~~~~
aku selalu mencintaimu
kapanpun
dimanapun
apapun yang kulakukan
setiap nafasku
detik per detiknya
aku akan tetap mencintaimu
bila denganku, mungkin tidak dapat membahagiakanmu
namun kutunjukkan
melalui pengorbananku
untuk membahagiakanmu
karena aku..
sangat mencintaimu
dan merindukanmu..
kapanpun
dimanapun
apapun yang kulakukan
setiap nafasku
detik per detiknya
aku akan tetap mencintaimu
bila denganku, mungkin tidak dapat membahagiakanmu
namun kutunjukkan
melalui pengorbananku
untuk membahagiakanmu
karena aku..
sangat mencintaimu
dan merindukanmu..
Langganan:
Postingan (Atom)











