Di tengah gelap gulita
runtuhnya peradaban manusia
Allah menurunkan cahaya
cahaya yang terang benderang
menyinari hidup umat manusia
dialah Al Quran yang mulia
dialah penunjuk jalan
dialah cahaya terang
jalan keselamatan
jalan kemuliaan
jalan kebahagiaan
dialah petunjuk abadi
dialah tak lekang oleh waktu
dialah tak akan berubah sesuai jaman
dialah tak mengenal revisi
dialah kebenaran mutlak tak tergoyahkan
dialah mukjizat abadi warisan nabi
dialah pedoman menuju bahagia sejati
Tampilkan postingan dengan label Relizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relizi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Agustus 2009
Aku tanpa-Mu
Bagai terjebak di lautan dalam tak berdasar
diombang-ambing ombak nan dahsyat
diatas ombak ada ombak lagi yang lebih dahsyat
diatasnya gumpalan awan gelap gulita
awan hitam yang tindih menindih
saat ku keluarkan tangan tak dapat kulihat
gelap gulita hitam pekat dingin tanpa cahaya
Di dasar kegelapan ini hanya satu harapku
harapku hanya pada petunjuk-Mu
harapku hanya limpahan cahaya-Mu
selamanya aku dalam gelap tanpa-Mu
hanya dengan petunjuk-Mu
bangkit dari khawatir di hatiku
hanya dengan tuntunan-Mu
lepas dari duka cita yang menyelimutiku
hanya bila berpegang pada pedoman-Mu
bahagia selamanya untukku
diombang-ambing ombak nan dahsyat
diatas ombak ada ombak lagi yang lebih dahsyat
diatasnya gumpalan awan gelap gulita
awan hitam yang tindih menindih
saat ku keluarkan tangan tak dapat kulihat
gelap gulita hitam pekat dingin tanpa cahaya
Di dasar kegelapan ini hanya satu harapku
harapku hanya pada petunjuk-Mu
harapku hanya limpahan cahaya-Mu
selamanya aku dalam gelap tanpa-Mu
hanya dengan petunjuk-Mu
bangkit dari khawatir di hatiku
hanya dengan tuntunan-Mu
lepas dari duka cita yang menyelimutiku
hanya bila berpegang pada pedoman-Mu
bahagia selamanya untukku
Langganan:
Postingan (Atom)










